Training Tutor Angkatan XXIV PSPA UII

 Dalam rangka mendidik calon apoteker agar mampu berkompetisi di pasar global, PSPA UII terus melakukan inovasi dalam kurikulumnya. Oleh karena itu, mulai angkatan ke-22 PSPA mengubah sistem pembelajaran dari metode  konvensional menjadi metode PBL (Problem Based Learning). Kurikulum dengan metode PBL ini dilakukan dalam empat proses yaitu proses tutorial, kuliah pakar, praktikum, dan kerja lapangan.
 
Metode PBL ini merupakan metode student center learning dimana proses utama yang dilakukan mengharuskan keaktifan dari mahasiswa, yaitu proses tutorial. Dalam proses tutorial, mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (berisi 10-11 mahasiswa) yang berdiskusi  membahas sebuah kasus dan berusaha menyelesaikannya didampingi oleh seorang tutor. Tutor inilah yang berperan sebagai pembimbing dan pengarah diskusi agar tercapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan harapan PSPA.
Peran tutor dalam proses tutorial tidak mudah. Tutor yang terdiri dari akademisi, praktisi apotek dan rumah sakit ini harus berperan sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus role model untuk mahasiswanya. Selain itu, tercapai atau tidak nya tujuan pembelajaran suatu blok sangat dipengaruhi oleh peran Tutor dalam mengarahkan diskusi mahasiswanya. PSPA UII menyadari akan peran penting Tutor dalam sistem pembelajaran PBL. Oleh karena itu, PSPA UII rutin menyelenggarakan pelatihan untuk para Tutor setiap memasuki angkatan mahasiswa baru. Sebelum memasuki tutorial angkatan ke-24, diadakan training untuk tutor yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Pusat UII (Kamis,6/2).
Pelatihan dilakukan untuk me-refresh kembali metode Seven Jump yang digunakan dalam setiap tutorial. Metode ini telah digunakan di berbagai universitas yang melakukan kurikulum berbasis PBL. Materi pelatihan diberikan oleh dr. Umatul Khoiriyah, dari Medical Education Unit (Fakultas Kedokteran) UII. Beliau adalah salah satu pioneer dalam penerapan metode PBL di Fakultas Kedokteran UII. Di Fakultas Kedokteran UII, metode ini telah dilaksanakan sejak 14 tahun yang lalu. Oleh karena itu, pada kesempatan ini diharapkan peserta yang terdiri dari tutor lama maupun baru, serta pengelola blok dapat berbagi pengalaman terkait penerapan metode PBL di fakultas masing-masing. Setelah pelatihan ini, diharapkan tutor menjadi lebih siap dalam membimbing mahasiswa di setiap proses tutorial. (diesty)