Guest Lecture PSPA UII “Pharmacist Role in Tobacco Control Strategy”

 Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Universitas Islam Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan profesionalitas mahasiswa dibidang farmasi. Berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas lulusan PSPA dilakukan, antara lain dengan menghadirkan guest lecture (dosen tamu) dari berbagai ilmu yang mendukung pembelajaran mahasiswa.
 
 
 
Oleh karena itu, PSPA mengundang guest lecture untuk memberikan perkuliahan mengenai “Pharmacist Role in Tobacco Control Strategy”. Diharapkan setelah kuliah tamu ini, mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dalam hal pharmacy practice di luar negeri. Guest lecture yang dihadirkan sangat mumpuni, yaitu Associate Prof Dr Mohamad Haniki Nik Mohamed dari International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Susi Ari Kristina, M.Kes, Apt dari UGM Yogyakarta. Associate Prof. Haniki mumpuni di bidang  kecanduan tembakau maupun merokok. Salah satu penghargaaan yang diterima yaitu Certificate in Tobacco Control dari Johns Hopkins University, USA.  Pembicara kedua, Susi Ari Kristina, M.Kes, Apt., sedang menempuh program Doktor dengan tema disertasi mengenai Tobacco Cessation Conseling.
 
Associate Prof Haniki memberikan kuliah mengenai peran farmasis dalam strategi mengontrol kecanduan tembakau, sedangkan Susi Ari Kristina, M.Kes, Apt menjelaskan cara melakukan konseling pada perokok. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Dengan adanya dosen dari universitas international seperti IIUM diharapkan mahasiswa memperoleh tambahan ilmu pengetahuan yang lebih luas di bidang kefarmasian dan kesehatan di dalam dan luar negeri.
Farmasis adalah provider yang efektif dalam intervensi penghentian kecanduan tembakau. Usaha yang lebih besar oleh apoteker dalam upaya penghentian kecanduan akan memiliki dampak yang lebih besar pada penurunan jumlah perokok, pencegahan penyakit yang berhubungan dengan tembakau, dan  peningkatan secara keseluruhan dalam kesehatan masyarakat, ujar Associate Prof. Haniki. Setelah mengikuti guest lecture ini, mahasiswa diharapkan lebih mengetahui peran apoteker dalam pengendalian kecanduan tembakau (terutama penghentian merokok), mengidentifikasi berbagai evidence based mengenai intervensi penghentian merokok oleh apoteker, serta menyoroti kegiatan apoteker Malaysia dalam pengendalian kecanduan tembakau.
Menurut  data  WHO tahun 2010, perevalensi perokok di Indonesia mencapai peringkat kedua se-dunia. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki. Oleh karena itu, jumlah kematian yang terjadi akibat bahaya rokok terjadi lebih banyak pada laki-laki dibandingkan perempuan.  Merokok sendiri merupakan penyebab kematian dari penyakit-penyakit seperti kanker paru-paru (prevalensi kematian 71%), kanker (prevalensi kematian 22%), penyakit sistem pernapasan (prevalensi kematian 36%), TBC (prevalensi kematian 7%), infeksi saluran pernapasan bawah (prevalensi kematian 12%). Tingginya prevalensi kematian akibat merokok membuat semua pihak harus turun tangan untuk mengatasinya, termasuk apoteker sebagai tenaga kesehatan. Seorang apoteker dapat berperan aktif dalam penghentian kecanduan merokok dengan cara pemberian konseling. Pemberian konseling tersebut menggunakan metode 5 A yaitu Ask, Advise, Assess, Assist , dan Arrange, ujar Susi Ari Kristina, M.Kes, Apt, saat hadir sebagai guest lecture PSPA UII (Sabtu, 2/11) di GKU dr. Sardjito kampus terpadu UII. (Diesty)